- Menurut teori dinamis perkembangan motorik anak bukanlah proses pasif di mana Gen menentukan penyenpurnaan urutan keterampilan seiring berjalannya waktu. Sebaliknya anak secara aktif membangun keterampilan mencapai tujuan dalam batas waktu yang ditentukan oleh tubuh anak dan lingkungannya.a. Coba jelaskan bagaimana perkembangan motorik pada anak berlangsung dengan mengacu pada teori di atasb. Jika anda sebagai guru TK dan akan menerapkan teori di atas dalam mengembangkan motorik anak, pembelajaran seperti apa yang akan anda lakukanc. Kemukakan kritik apa yang dapat anda sampaikan pada teri tersebut.
Soal:
Jawaban:
a.
Perkembangan fisik menjadi dasar dari kemajuan perkembangan
berikutnya, seiring dengan pertumbuhan fisiknya yang beranjak matang,
maka perkembangan motorik anak sudah dapat terkoordinasi dengan baik.
Setiap gerakan selaras dengan kebutuhan atau minatnya. Anak
menggerakkan anggota badannya dengan tujuan yang jelas, seperti
menggerakkan tangan untuk menulis, menggambar, mengambil makanan,
melempar bola. Menggerakkan kaku untuk menendang bola, berlari dan
sebagainya.
Perkembangan
fisik yang yang normal merupakan salah satu faktor penentu kelancaran
proses belajar baik dalam bidang pengetauan maupun keterampilan.
Perkembangan motorik sangat menunjang keberhasilan berlajar anak.
Perkembangan fisik dan motorik anak yang sudah siap untuk menerima
pelajaran keterampilan, maka guru di sekolah perlu memfasilitasi
perkembangan motorik anak secara fungsional.
b.
Pembelajaran yang dilaksanakan dalam mengembangkan motorik anak
adalah yang banyak menggunakan kegiatan-kegiatan yang dapat
menggerakkan anggota gerak anak yaitu motorik kasar dan motorik
halus. Berikut contoh kegiatan yang mengacu pada perkembangan
kemampuan motorik anak diantaranya:
usia
3-4 tahun: kemampuan motorik kasar: naik dan turun tangga, meloncat
dengan kedua kaki, melempar bola. Motorik halus: menggunakan krayon,
menggnakan benda/alat, meniru bentuk (meniru gerakan orang lain).
Usia
4-6 tahun: motorik kasar: melompat, mengendarai sepeda anak,
menangkap bola, bermain olahraga. Motorik halus: menggunakan pensil,
menggambar, memotong dengan gunting, menulis huruf cetak.
(sumber:
Yusuf Syamsu LN, dalam Susanto Ahmad, 2011: 34).
upaya
guru di sekolah untuk memfasilitasi perkembangan motorik secara
fungsional, diantaranya:
- 1). guru di sekolah merancang pelajaran keterampilan yang bermanfaat bagi perkembangan atau kehidupan anak, seperti mengetik, menjahit, merupa, merajut, atau membuat berbagai kerajinan tangan lainnya.
- 2). guru disekolah memberikan pelajaran senam atau olahraga kepada anak, yang jenis dan kesulitan gerak senamnya disesuaikan dengan kelompok usia anak.
- 3). guru disekolah perlu merekrut (menganngkat) guru-guru yang memiliki keahlian dalam bidang olahraga dan seni keterampilan tersebut.
- 4). guru di sekolah menyediakan sarana untuk mendukung dari pelajaran tersebut diatas, seperti menyediakan alat-alat yang diperlukan, tempat yang memadai dan kondusif untuk berlangsungnya berbagai pelajaran keterampilan, tersedianya lapangan atau arena-arena olaraga lainnya. (Yusuf syamsu LN, 2011: 60).
c.
kritik saya pada teori dinamis perkembangan motorik tersebut diatas:
Perkembangan
fisik dan psikis anak dalam mencapai kematangan terjadi pada
waktu dan tempo yang berbeda (ada yang cepat dan ada yang lambat).
Contoh: otak mencapai bentuk dan ukurannya yang sempurna pada umur 6
– 8 tahun; tangan dan kaki, mencapai pertumbuhannya yang maksimum
pada usia remaja; imajinasi kreatif berkembang dengan cepat pada masa
kanak-kanak dan mencapai puncaknya pada masa remaja. (Yusuf syamsu
LN, 2011: 7).
Jadi
apabila Menurut teori dinamis perkembangan motorik anak bukanlah
proses pasif di mana Gen menentukan penyenpurnaan urutan keterampilan
seiring berjalannya waktu. Sebaliknya anak secara aktif membangun
keterampilan mencapai tujuan dalam batas waktu yang ditentukan oleh
tubuh anak dan lingkungannya.
Hal
ini menurut saya sejalan dengan teori perkembangan motorik anak,
namun setiap kematangan anak mempunyai fase dan ciri yang khas
seperti pada usia 2 tahun, anak memusatkan perhatiannya untuk
menguasai gerak-gerik fisik dan belajar berbicara. Kemudian pada usia
3-6 tahun, perkembangan dipusatkan untuk menjadi manusia sosial
(belajar bergaul dengan orang lain).
- Salah satu anggota fisik yang mengalami perubahan adalah organ otak. Banyak ahli mengemukakan bahwa pada masa bayi dan kanak-kanak merupaka masa yang pesat bagi perubahan struktur otak anak.
- Coba kemukakan bagaiman otak berubah di masa bayi
- Apa yang mencirikan perubahan otak pada masa kanak-kanak
- Mengingat peranan otak yang sangat penting, bagaimana pandangan anda tentang pendidikan yang mengatakan “seyogyanya pendidikan memperhatikan atau berbasis pada perkembangan otak”.
- Kemukakan beberapa pendekatan pembelajaran yang menggunakan atau berbasis otak
- Kemukakan kritik anda terhadap pendekatan tersebut
Jawaban:
a.
pertumbuhan otak pada bayi tampak dengan bertambah besarnya ukuran
tengkorak kepala. Diperkirakan seperempat (¼) dari berat otak orang
dewasa dicapai pada usia sembilan bulan dan tiga perempat (¾) pada
akhir tahun kedua.
perkembangan
organ tubuh yang sangat pesat saat pranatal (sebelum lahir) ialah
perkembangan otak. Sel-sel saraf otak telah terbentuk sejak kehamilan
memasuki usia tiga bulan pertama. Saat bayi berusia 2-3 bulan, ukuran
kepalanya jauh lebih besar dibandingkan organ lainnya. Keadaan ini
menunjukkan bahwa sel saraf otak berkembang optimal saat sebelum
lahir. ( Slamet Suyanto, 2005:35).
Pertumbuhan
dan perkembangan sel saraf otak saat sebelum lahir dipengaruhi oleh
faktor genetis, juga dipengaruhi oleh makanan. Makanan yang bergizi
dan seimbang diperlukan tubuh agar sel saraf otak dapat tumbuh secara
optimal. Berbagai jenis maknan yang mengandung asam lemak omega-3
diyakini berperan penting dalam pembentukan kecerdasan otak. Asam
lemak ini mengandung DHA dan EPA yang mengacu pertumbuhan dan
perkembangan sel saraf otak. Ikan laut, seperti tongkol, gembung, dan
teggiri banyak mengandung asam lemak tersebut sehingga sangat baik
dikonsumsi oleh ibu hamil dan balita. Selain itu, kecambah, sereal
(biji-bijian), buah-buahan, dan susu juga sangat baik untuk ibu
hamil. Buah-buahan sebagai sumber vitamn baik pula dikonsumsi secara
seimbang dengan gizi lainnya agar sel-sel saraf otak dapat tumbuh
secara optimal.
Selain
mengonsumsi makanan bergizi, ibu hamil juga perlu menghindari hal-hal
yang menghambat pertumbuhan sel saraf otak bayi. Seperti terlalu
banyak kafein dari minum teh dan kopi, merokok, minum minuman keras
atau beralkohol, narkoba, dan obat-obatan hal-hal tersebut yang
dapat menghambat pertumbuhan sel saraf otak.
Berdasarkan
hasil penelitian dipercaya perangsangan janin dapat berefek pada
kecerdasan. Contohnya janin dirangsang dengan suara, sentuhan, dan
cahaya dengan harapan dapat meningkatkan kecerdasannya. Dan hasilnya
janin merespon rangsangan tersebut.
Bayi
yang mengalami gangguan pada saat kelahiran menyebankan kematian sel
saraf otak dan mengurangi kecerdasan. Setiap sel saraf otak
membutuhkan suplai oksigen yang cukup. Kehilangan suplai oksigen
tersebut dalam beberapa detik saja dapat berakibat fatal terhadap sel
saraf otak atau kehilangan fungsi dari bagian sel saraf otak terebut.
(Slamet Suyanto,2005:35-39).
b.
Ciri perkembangan otak pada masa kanak-kanak
usia
0-12 bulan:
1).
Mengamati mainan
2).
Mengenal dan membedakan wajah ayah dan ibu
3).
Memasukkan benda ke dalam mulut
usia
1-3 tahun
1).
Mulai menganal benda milik sendiri
2).
Mulai mengenal konsep warna dan bentuk
3).
Meniru perbuatan orang lain
4).
Menunjukkan rasa ingin tahu yang besar dengan banyak bertanya.
5).
mengenal makhluk hidup.
usia
4-6 tahun
1).
Dapat menggunakan konsep waktu
2).
Dapat mengelompokkan benda dengan berbagai cara (warna, ukuran,
bentuk)
3).
Mengenal bermacam-macam rasa, bau, suara, ukuran, dan jarak
4).
Mengenal sebab akibat
5).
Dapat melakukan uji coba sederhana
6).
Mengenal konsep bilangan
7).
Mengenal bentuk-bentuk geometri
8).
Mengenal alat untuk mengukur
9).
Mengenal penambahan dan pengurangan dengan benda-benda
sumber:
(Yusuf Syamsu LN, 2011: 54)
Ciri
perkembangan otak atau kognitif pada anak usia dini, (piaget dalam
Yusuf syamsu LN, 2011: 55) berpendapat bahwa anak berada pada tahap
atau periode praoperasional, yang bercirikan sebagai berikut:
- Mampu berpikir dengan menggunakan simbol, kemampuan ini merupakan subtahap pertama pada praoperasional, yang terjadi kira-kira antaa usia 2-4 tahun. Anak mengembangkan kemampuan untuk membayangkan secara mental suatu objek (seperti manusia, rumah, hewan, dll) yang tidak ada.
- Berpikirnya masih dibatasi oleh persepsinya. Mereka meyakini apa yang dilohatnya, dan hanya terfokus kepada satu atribut/dimensi terhadap satu objek adalam waktu yang sama. Cara berpikir mereka bersifat memusat. Perhatiannya terpusat kepada satu karakteristik dan mengesampingkan karakteristik lainnya.
- Berpikirnya masih kaku belum fleksibel. Cara berpikirnya terfokus kepada keadaan awal atau akhir dari suatu transformasi (perubahan), bukan kepada transformasinya itu sendiri yang mengantarai keadaan tersebut. Contoh: anak mungkin memahami bahwa dia lebih tua dari adiknya, tetapi mungkin tidak memahaminya, bahwa adiknya lebih muda dari dirinya.
- Dapat mengelompokkan ssuatu berdasarkan satu dimensi, seperti: kesamaan warna, bentuk, dan ukuran.
- Dikatakan juga bahwa cara berpikirnya masih egocentrism, yaitu ketidakmampuan untuk membedakan antara perspektif sendiri dengan perspektif orang lain.
c.Pendapat
mengenai seyogyanya pendidikan berbasis pengembangan otak
Berbeda
dengan perkembangan fisik, sel saraf otak tidak bertambah lagi
jumlahnya setelah lahir. Akan tetapi, jumlah hubungan antarsel saraf
otak dan proses mielinasi terus berlangsung. Satu sel saraf otak
dapat berhubungan dengan lima, sepuluh, seratus, bahkan dua puluh
ribu sel saraf otak lainnya. Semakin banyak jumlah hubungan tersebut
maka semakin cerdas otaknya. (Slamet Suyanto,2005:41).
Fungsi
sel saraf dapat diumpamakan seperti kabel listrik. Aliran rangsang
dari indra ke otak dan dari otak ke organ disebut impuls, yang tidak
lain adalah arus listrik yang sangat rendah voltasenya. Sel araf
pusat dan saraf tepi umumnya memiliki mielin. Mielin adalah selubung
akson dari sel saraf yang terbentuk dari asam lemak. Selama proses
mielinasi belum sempurna, sel saraf belum dapat berfungsi
mengantarkan arus listrik (impuls). Itulah sebabnya organ-organ pada
bayi belum dapat berfungsi dengan baik karena sel-sel saraf ang
menghubungkan organ dengan otak belum sempurna mielinasinya. (Slamet
Suyanto, 2005:42). otak mempunyai pengaruh yang sangat menentukan bagi perkembangan aspek-aspek perkembangan lainnya, baik bagi keterampilan motorik, intelektual, emosional, sosial, moral dan kepribadian. Pertumbuhan otak normal atau sehat berpengaruh positif bagi perkembangan aspek lainnya, dan sebaliknya apabila tidak normal pengaruh penyakit atau kurang gizi akan menghambat perkembangan aspek lainnya.
Anak
berpikir menggunakan pikirannya melalui otak. Kemampuan ini
menentukan cepat tidaknya atai terselesaikan tidaknya suatu masalah
yang sedang dihadapi. Melalui kemampuan intelegensi yang dimiliki
oleh seorang anak, maka dapat dikatakan seorang anak itu pandai atau
bodoh, pandai sekali (genius), atau bodoh sekali (dungu atau idiot).
Dengan batasan bahwa intelegensi adalah kesungguhan untuk
menyesuaikan diri kepada kebutuhan baru, denan menggunakan alat-alat
berpikir yang sesuai dengan tujuannya. (Susanto Ahmad, 2011: 64).
jadi
saya sependapat dan setuju bahwa pendidikan harus disasarkan pada
pengembangan otak anak.
pengembangan
yang dimaksudkan agar anak mampu mengeksplorasi terhadap dunia
sekitar melalui pancainderanya, sehingga dengan pengetahuan yang
diperolehnya anak dapat melangsungkan hidupnya dan menjadi manusia
yang seutuhnya sesuai dengan kodratnya sebagai makhluk ciptaan Tuhan
yang mampu memperdayakan dunia untuk kepentingan dirinya dan orang
lain.
d.
Pendekatan pembelajaran yang berbasis pada otak
Dalam
menstimulasi pengembangan kemampuan otak atau berpikir anak, akan
tercapai optimalisasi potensial pada masing-masing anak. Adapun
tujuan pengembangan otak diarahkan pada pengembangan kemampuan
auditory, visual, taktik, kinestetik, aritmetika, geometri dan sains
permulaan. (Susanto ahmad, 2011: 61-63).
upaya
memfasilitasi dalam pendekatan pembelajaran yang berbasis pada otak
anak diantaranya:
- Memberi contoh atau mendorong anak untuk gemar membaca.
- Mengenalkan lingkungan atau menstimulasi anak dengan berbagai informasi yang berada dalam lingkungannya (seperti sosial, alam (flora, fauna), transfortasi, alat0alat dan komunikasi).
- Mengenalkan angka, huruf, dan bangun geometri.
- Melatih anak untuk belajar berpikir sebab akibat.
- Membiasakan anak untuk berani mengungkapkan ide/gagasan atau mengajukan pertanyaan.
- Melatih problem solving (bertanya-jawab dalam memecahkan masalah-masalah kehidupan sehari-hari).
- Mendorong kemandirian anak untuk melakukan tugas atau pekerjaannya sendiri.
- Mengembangkan kemampuan imajinatif/daya cipta anak (mengarang, melukis, merupa, dan meneliti).
- Mengadakan program-program yang memberikan kesempatan kepada anak untuk berkompetisi.
- Mengidentifikasi kecerdasan anak melalui tes kecerdasan, dan memanfaatkannya untuk layanan bimbingan.
- Mengenalkan kepada anak tentang produk-produk teknologi yang berhubungan dengan komunikasi informatika dan alat transportasi lainnya.
e.
Pendapat mengenai pendekatan pembelajaran berbasis otak tersebut
diatas.
Untuk
mengembangkan daya nalarnya, daya cipta, atau kreativitas anak, maka
kepada anak perlu diberikan kesempatan untuk bertanya, berpendapat,
atau menilai (memberikan kritik) tentang berbagai hal yang terkait
dengan pelajaran, atau peristiwa yang terjadi di lingkungnnya.
Upaya
lain yang dapat dilakukan dalam pendekatan ini adalah para guru harus
mengembangkan kreativitas anak dengan menyelenggarakan
kegiatan-kegiatan kompetisi seperti mengarang, menggambar, menyanyi,
kabaret/drama, berpidato (bahasa ibu dan indonesia), dan cerdas
cermat.
- Piaget memberikan beberapa pemikirannya untuk diterapkan dalam mendidik anak, diantaranya adalah mengunakan pendekatan konstruktif, melakukan pembelajaran fasilitatif dan menyediakan ruangan kelas yang eksploratif dan penemuan
- Coba jelaskan ketika pemikiran tersebut dan bagaimana mengimplementasikan dilapangan
- Kemukakan apa tantangan dan kendala yang mungkin dihadapi di lapangan jika kita ingin mengimplementasikan pemikiran Piaget dalam pendidikan.
- Bagaimana pandangan anda terhadap ketiga pemikiran tersebut, apakah anda setuju ketiga metode tersebut dapat meningkatkan pengetahuan anak dengan pesat dibandingkan dengan metode konfensional seperti hafalan. Berikan alasannya.
Jawaban:
a.
Pendekatan pembelajaran konstruktif menerangkan bagaimana cara anak
belajar, dimana proses menyusun struktur pemahaman atau pengetahuan
dengan cara mengaitkan dan menyelaraskan fenomena, ide, kegiatan atau
pengetahuan baru ke dalam struktur pengetahuan yang talah dimiliki
sebelumnya (Canella dan Reiff, 1994; Dejong dan Groomes, 1996 dalam
Suyanto, 2005: 147).
Inti
utama pembelajaran konstruktif adalah menyusun pengetahuan, kegiatan
pembelajaran mendorong anak menemukan makna atau pemahaman. Teori ini
berkaitan dengan beberapa teori belajar seperti teori perkembangan
kognitif dari Piaget dan teori belajar bermakna Ausubel. Teori
konstruktif ini menyatakan bahwa dalam belajar anak menyusun
pengetahuan melalui interaksinya dengan objek dan masyarakat dengan
melakukan adaptasi berupa asimilasi dan akomodasi, kemudian belajar
memiliki proses dialetik di dalam diri setiap individu dan
menciptakan kondisi bimbang dan rasa ingintahu kerena rasa ingin tahu
dengan sesuatu yang baru ditemukannya sebagai resolusi baru.
Teori
ini didasarkan atas asumsi bahwa siswa sudah membawa ide, kepercayaan
dan pengetahuan, melalui proses pembelajaran anak akan menambah,
merevisi atau memodifokasi struktur pengetahuan yang lama dengan
pengetahuan yang baru diperolehnya.
Guru
berperan memfasilitasi dengan cara memberi persoalan yang memacu anak
berpikir, melakukan proses inkuiri, tukar pendapat dan menyediakan
sumber belajar yang dibutuhkan anak selama proses belajar.
Empat
ciri pendekatan pembelajaran ini adalah:
1).
problematik, tahap ini persoalan dikaji diangkat dari persoalan yang
menantang dan terkait dengan keseharian anak.
2).
mengembangkan proses penemuan dan inkuiri, anak diajak untuk
memecahkan persoalan melalui kegiatan eksplorasi dan pembuktian untuk
menemukan pengertian baru.
3).
kegiatan pembelajaran memacu proses sharing atau urun
pendapat, ide, kegiatan, dan pemikiran, baik antar individu maupun
dalam kelompok.
4).
memacu anak untuk melakukan refleksi dan revisi terhadap struktur
pengetahuan yang telah diketahuinya untuk melahirkan pengetahuan yang
baru diperolehnya.
b.
Tantangan dan kendala yang mungkin dihadapi dalam mengimplementasikan
teori piaget ini diantaranya:
- Guru kurang menyiapkan pembelajaran dengan baik, sehingga tujuan pembelajaran tidah tercapai sesuai dengan yang diharapkan.
- Guru dan sekolah kurang memadai dalam meyediakan fasilitas yang dibutuhkan dalam pembelajaran yang akan dilaksanakan sehingga pengalaman belajar anak dirasakan kurang tercapai.
- pembelajaran kurang terorganisir dengan baik karena terlalu banyak persoalan yang diangkat atau kurang fokus pada persoalan yang akan dibahas.
- Anak yang kurang aktif mengikuti pembelajaran pendekatan ini akan semakin tersudut atau kurang berkembang.
- Guru kurang pandai merancang pembelajarannya sehingga pembelajaran menjadi tidak bermakna.
c.
Iyah, saya setuju dengan pendekatan pembelajaran ini dapat
diimplementasikan dengan baik dalam pembelajaran, dengan alasan bahwa
pembelajaran ini dapat mengembangkan pengetahuan anak dan tujuan
pendidikan dapat tercapai dengan baik. Setiap metode pembelajaran
untuk anak usia dini hendaknya yang dapat menantang, dan
menyenangkan, melibatkan unsur bermain, bergerak, bernyanyi, dan
belajar. Inti dari pendidikan tercapai dengan optimal yaitu
mengembangkan manusia seutuhnya atau menyeluruh.
Namun
hendaknya pendekatan lain seperti pendekatan konfensional pun tetap
diperlukan dalam pendekatan pembelajaran. Karena setiap pendekatan
pembelajaran memiliki kelebihan dan kekurangan dan harus disesuaikan
dengan setiap kondisi dan situasi yang ada dengan tujuan pembelajaran
apa yang akan dicapai terhadap anak didik, maka seorang guru akan
menentukan pendekatan mana yang sesuai yang akan diterapkan.
Dengan
memperhatikan prinsip anak bisa belajar apa saja segala hal dapat
anak pelajari namun yang tidak kalah penting adalah bagaimana cara
mengajarkannya kepada anak, kemudian melihat kesiapan dari anak untuk
belajar, yang menjadi faktor penentu keberhasilan adalah salah
satunya kepandaian guru dalam mengimplementasikan pemebelajaran
tersebut, guru diharapkan dapat mengembangkan kegiatan pembelajaran
yang sesuai untuk anak usia dini dan memahami hakikat dari
pembelajaran tersebut. Kemudian faktor-faktor pendukung lainnya
seperti kebijakan pendidikan, fasilitas yang ada, kebiasaan
masyarakat sekitar anak dll menjadi hal pendukung dalam proses
belajar mengajar pada pendidikan anak usia dini.
Comments
Post a Comment