MANAJEMEN BERBASIS
SEKOLAH
(sumber buku: Foundations of Education, by Ornstein Levine Gutek. 2008)
Pada saat ini terjadi banyak reformasi dalam pendidikan, seperti yang tengah kita cermati, gerakan yang melibatkan terhadap pemberdayaan guru. Meningkatkan partisipasi guru dalam pengambilan keputusan yang mempengaruhi pekerjaan dan karir mereka. Satu reformasi tersebut adalah manajemen berbasis sekolah (juga dikenal sebagai manajemen berbasis situs, berbasis situs dalam pengambilan keputusan, atau desentralisasi).
Sistem ini di mana lembaga sekolah dan bukan pengawas atau kantor
pusat administrator-membuat banyak keputusan tentang kurikulum,
pengajaran, pengembangan staf, alokasi dana, dan tugas staf. Para
guru di sekolah, administrasi, dan, mungkin termasuk orang tua atau
anggota masyarakat bersama-sama membuat perencanaan dalam menentukan
misi sekolah.
Anggapan yang mendasari dari manajemen berbasis sekolah adalah orang
yang ingin terlibat atau pemerharti dalam hal pendidikan, mereka
berbagi dalam hal tanggung jawab dan peengambilan keputusan, mereka
pun yakin dengan yang mereka lakukan dan hal ini menjadi lebih
efektif dalam mencapai tujuan pembelajaran di sekolah. Konsep
reformasi ini juga guru bekerja sama dengan administrasi sekolah,
ahli dalam bidang tertentu, orang yang memiliki bakat tertentu
dilibatkan dalam perencanaan. Manajemen berbasis sekolah yang telah
dilaksanakan di Edmonton (Alberta, Canada), Chicago, Houston,
Seattle, New York City, dan Carolina Utara, keberhasilannya telah
diakui dalam hal mewujudkan siswa-siswa yang berprestasi.
Manajemen berbasis sekolah ini akan sukses apabila didukung terutama
pada hubungan antara kepala sekolah dan guru yang merupakan pemimpin
dalam proses ini, hal ini juga melibatkan kesediaan guru dalam hal
mengambil tanggungjawab dan mengarahkan perilaku mereka, meningkatnya
rasa pertanggungjawaban, dan mengiklhlaskan waktu lebih untuk bekerja
mencari solusi dari berbagai permasalahan dan mencapai kesepakatan.
Pendukung dari manajemen berbasis sekolah, mengklaim bahwa sebagian
besar guru menyambut peningkatan keterlibatan partisipasi mereka,
moral guru dan iklim keseluruhan sekolah secara dramatis meningkat ke
arah lebih baik.
Para pemerharti pendidikan berpendapat bahwa upaya dengan manajemen
berbasis sekolah tersebut, telah mendapatkan hasil yang minimal.
Mereka memberikan saran dikhususkan untuk membahas masalah mengajar
sehari-hari seperti manajemen kelas, kebutuhan peralatan mengajar,
rutinitas administrasi, dan kondisi kerja, sehingga sedikit waktu
yang tersisa untuk masalah yang lebih besar yaitu meningkatkan
prestasi siswa. Di samping itu, beberapa administrator berpendapat
bahwa kantor pusat enggan untuk benar-benar bergerak dalam hal
pengambilan keputusan di sekolah masing-masing dan bahwa banyak guru
tidak terlatih dalam kepemimpinan, sehingga yang terjadi adalah tidak
ada kerjasama antar guru malah terjadi permusuhan dalam mencapai
kesepakatan tersebut.
Dalam perkembangannya manajemen berbasis sekolah ini akan
membutuhkan kesabaran dan kesediaan untuk bekerja pada berbagai
ekspektasi yang berbeda. Sehingga dampaknya dalam praktek pengambilan
keputusan bersama dapat membantu memberdayakan guru dan lebih
meningkatkan status keprofesionalan mereka.
Comments
Post a Comment